Showing posts with label Histerosalpinografi. Show all posts
Showing posts with label Histerosalpinografi. Show all posts

Tuesday, October 9, 2012

7 Pemeriksaan Utama Untuk Cepat Hamil


Pasangan sering kali merasa tidak sabar agar bisa hamil. Pasangan dengan usia istri kurang dari 35 tahun maka pemeriksaan ke dokter kandungan dapat dimulai 12 bulan setelah melakukan hubungan intim secara rutin 2-3 kali per minggu tanpa kontrasepsi. Sangat dibutuhkan ikhtiar dan kesabaran pasangan. Apabila setelah 1 tahun belum hamil juga maka pasangan dikategorikan dalam  infertilitas. Pemeriksaan layak dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan masalah kesuburan baik dari faktor wanita, laki-laki atau keduanya.
Pemeriksaan yang dilakukan dalam kasus infertilitas
  1. Pemeriksaan Riwayat pasien. Dokter akan menanyakan: riwayat pasien, riwayat penyakit, riwayat operasi, riwayat perkawinan, pola hubungan intim, riwayat kehamilan (bila pernah), siklus haid, dan sebagainya.
  2. Pemeriksaan Fisik . Dokter melakukan pemeriksaan fisik secara umum (tekanan darah, berat badan, tinggi badan) dan pemeriksaan fisik ginekologis (kandungan).Dokter akan menilai organ genitalia eksterna (bagian luar) seperti vulva, vagina dan mulut rahim, dan pada saat bersamaan akan dilakukan pemeriksaan organ genitalia interna (bagian dalam) menilai kondisi rahim, indung telur dan mencari adanya tumor kandungan.
  3. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Dilakukan untuk melihat anatomi rahim, indung telur, saluran telur dan adanya massa (tumor) kandungan seperti kista, mioma, polip dan sebagainya. Pemeriksaan USG idealnya dilakukan menggunakan alat yang dimasukkan ke dalam vagina (transvaginal) atau jika tidak ada dapat menggunakan USG transabdominal (melalui dinding perut yang membutuhkan kondisi kandung kemih penuh guna memudahkan pemeriksaan).
  4. Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG). Tindakan ini dilakukan di bagian radiologi, berfungsi untuk menilai rongga rahim dan saluran telur (tuba falopii).Pemeriksaan dilakukan pada hari ke 9-11 siklus menstruasi. Pasien sebaiknya tidak melakukan hubungan intim paling sedikit 2 hari sebelum tindakan.
  5. Pemeriksaan Histerosonografi (SIS). Pemeriksaan ini merupakan alternatif bagi pemeriksaan HSG apabila terdapat reaksi alergi zat kontras, tidak adanya peralatan rontgen atau pada pasien dengan riwayat hamil dan melahirkan sebelumnya (infertilitas sekunder). Tindakan SIS mirip dengan Hidrotubasi.
  6. Pemeriksaan Laboratorium, dalam kasus infertilitas penting dilakukan pemeriksaan hormon reproduksi yaitu hormon FSH, LH, Estradiol, dan Prolaktin pada hari ke 2-3 siklus haid dan hormon progesteron pada hari ke-21 siklus menstruasi. Bila terdapat riwayat keguguran berulang maka perlu pemeriksaan mendeteksi adanya Sindroma Antifosfolipid (APS) dengan memeriksa Antibodi Anticardiolipin (ACA) dan Lupus Antikoagulan. Jika dicurigai kelainan Sindroma ovarium polikistik (PCOs) maka akan ditambahkan pemeriksaan hormon insulin puasa, glukosa puasa dan pemeriksaan kearah hiperandrogen.
  7. Pemeriksaan Analisis Sperma. Pemeriksaan dilakukan suami setelah menghindari sanggama selama 3-4 hari. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan di laboratorium dengan masturbasi. Pemeriksaan dengan melakukan sanggama boleh dilakukan jika dijumpai kesulitan untuk masturbasi.

HSG (Histerosalpinografi)


Memiliki momongan merupakan dambaan setiap pasangan yang sudah menikah. Namun, ketika yang diharapkan tak kunjung hadir setelah bertahun-tahun menunggu, rasa cemas dan khawatir mau tak mau akan datang menghantui. Pertanyaan-pertanyaan kenapa, ada apa, akan membayangi benak.

Salah satu jalan yang disarankan oleh dokter ketika ada pasangan yang sudah lebih dari satu tahun tak juga mendapatkan momongan adalah dengan tes HSG.

Apakah itu HSG atau Histerosalpinografi?

HSG adalah pemeriksaan untuk deteksi kelainan rahim dan saluran telur. HSG adalah pemeriksaan yang digunakan untuk memeriksa rahim dan saluran telur (tuba fallopi). Pemeriksaan menggunakan sinar X (rontgen). HSG memeriksa adanya kelainan ukuran atau bentuk rahim yang dapat menyebabkan infertilitas dan masalah pada kehamilan. Juga dapat menunjukkan apakah ada penyumbatan pada saluran telur. Terkadang juga digunakan dalam beberapa bulan setelah prosedur sterilisasi untuk memastikan bahwa saluran tuba telah benar-benar terpisah. Pada kasus infertilitas pemeriksaan HSG merupakan pemeriksaan minimal yang dilakukan pada istri yang memiliki siklus haid normal.
HSG dilakukan di rumah sakit, klinik, atau layanan kesehatan yang memiliki fasilitas radiologi. Pemeriksaan dilakukan pada hari ke 9-12 siklus haid karena waktu tersebut menghindari telah terjadi kehamilan.
HSG tidak dilakukan pada seorang wanita jika :
  • Mengalami infeksi panggul
  • Peradarahan hebat dari vagina
  • Hamil
Dokter mungkin akan memberikan obat anti nyeri satu jam sebelum prosedur atau pada beberapa kasus mungkin memberikan antibiotik sebelum HSG. Setelah tindakan pasien dapat langsung pulang dan beraktifitas seperti biasa. Pada beberapa keadaan dimana rasa nyeri yang kuat dirasakan sebaiknya menjalani istirahat.
Prosedur
Pasien berbaring pada meja tindakan. Dokter akan melakukan serangkaian tindakan untuk memasukkan cairan ke dalam rongga rahim melalui serviks menggunakan alat sejenis hidrotubator atau menggunakan kateter kecil. Kemudian dimasukkan cairan kontras melalui kanul/kateter sambil dilakukan pengabilan beberapa gambar rontgen. Pasien mungkin akan diminta melakukan perubahan posisi. Cairan akan masuk ke dalam rahim dan saluran telur hingga tumpak ke rongga perut. Setelah didapatkan foto rontgen alat dilepaskan
 Histerosalpingografi (HSG): pemeriksaan untuk deteksi kelainan rahim dan saluran telur
Setelah HSG terkadang akan keluar cairan dari rahim melalui vagina. Bisa disertai dengan keluarnya darah yang akan hilang dalam beberapa waktu. Selain itu mungkin ditemukan rasa pusing, kram dan sakit perut bahkan pingsan.
HSG selain digunakan sebagai alat diagnosis bisa juga sebagai terapi dimana jika ada perlengketan atau sumbatan ringan pada rahim atau saluran telur dengan cairan yang dimasukkan perlengketan atau sumbatan bisa terbuka.