Sunday, December 6, 2015

Pengayaan PAI Kelas X

Cermati kisah berikut! 
  1. Alkisah, terdapatlah seorang pengembara yang terbangun dari keadaan tidak sadar dan mendapati dirinya di tengah hutan. Dia tidak tahu di mana ia berada, dari mana dia berasal, siapa dia, dan untuk apa dia ada di hutan itu. Yang dia tahu adalah bahwa dia berada di sebuah hutan belantara, dikelilingi belukar lebat, pepohonan, binatang liar, dan tanpa ada seorang manusia pun untuk tempat bertanya. Di sekitar tempat dirinya terbangun, tidak dia temukan apa pun yang bisa mengingatkan dirinya akan asalusulnya, dan kenapa dia ada di tempat itu. Seiring waktu berjalan, dia mencapai titik lelah untuk mencari siapa dirinya, dan kenapa dia berada di tempat itu. Akhirnya, yang ia lakukan dalam keseharian hanyalah bertahan hidup, tanpa tujuan dan arah yang pasti. Hingga suatu ketika datang seseorang yang mengaku sebagai utusan maharaja, yang menerangkan jati dirinya melalui sebuah surat dari sang raja, bahwa dia adalah seorang pangeran, yang berada dari suatu negeri, diutus ke tempat ini untuk mencari harta karun. Buktinya adalah secarik kertas kecil yang diselipkan di bajunya, berisi catatan tentang siapa dia dan misi apa yang dia bawa di hutan. Cerita pengembara di atas, jika dianalogikan dengan kehidupan kita sebagai manusia ibarat ‘pengembara’ yang hidup di “hutan dunia”. Seandainya saja tidak ada utusan yang membawa petunjuk, tentulah kita akan tersesat dan kebingungan dalam mengarungi hidup ini. Sebagaimana mereka yang tidak beriman seperti kaum materialis, ateis, dan hedonis yang hidup dalam kesesatan. Maka, bersyukurlah kita yang mendapatkan petunjuk dari utusan Allah Swt. yaitu Muhammad saw. yang menyampaikan kabar gembira, memberi peringatan, dan menerangkan hakikat penciptaan kita di dunia. Bersama beliau, diturunkanlah al-Qur’ān sebagai pedoman hidup. (Dikutip dari: http://alrasikh.uii.ac.id/2008/04/18/alquran-sebagai-pedomanhidup/)Setelah membaca kisah di atas, carilah dengan merujuk beberapa sumber tentang kemukjizatan al-Qur’ān! Apa saja mukjizat al-Qur’ān tersebut sehingga ia dijadikan sumber segala hukum dan pedoman hidup umat Islam?

Monday, September 16, 2013

Episode Dokter Obsgynku (Part Two)

Ketika aku dan suamiku memutuskan untuk mencari pertolongan waktu itu, dan kemudian terpilih dokter obsgyn, kami masih dihadapkan pada satu kebingungan, tentang siapa dan dimana? Akhirnya setelah beberapa waktu tanya sana tanya sini, cari info kanan info ke kiri, aku dan suamiku memutuskan untuk memilih dokter Retno, satu-satunya dokter kandungan perempuan terdekat, di PKU Muhammadiyah Bantul, karena pada waktu itu aku pikir akan lebih mudah sharing tentang masalah seperti ini dengan sesama perempuan.

Lalu pergilah kami ke PKU Bantul untuk menemui Dr Retno. Kunjungan pertama terus terang aku sangat tegang, deg degan, akan seperti apa nantinya. 

Kami datang, ke pendaftaran, karena belum pernah ke PKU, aku dibuatkan kartu baru, dan diberi nomor antrian, kertas warna pink ^^. Lalu kami disuruh masuk ke poliklinik. Nunggu giliran.

Kesan pertama, wah, banyak ibu-ibu hamil, banyak anak-anak kecil, senyum kecil kukulum. Kesan kedua, antrinya panjang, ternyata banyak pasiennya. Pikirku kemungkinan mereka juga berpikiran sama denganku, dokter perempuan. Senyum kedua kukulum.

Ketika datang pertama kali waktu itu aku masih bingung, dan aku sangat yakin pasti terlihat di mukaku :). Tapi pengamatanku dan sedikit (banyak ding, hehe) tanya ke kiri kanan sesama pasien memberitahuku : kalo dateng lapor ke perawat lalu tensi. Oke itu ku lakukan. Pengamatan selanjutnya, yang sampe giliran periksa, begitu masuk ruangan dokter si kertas pink dicenthelkan di centhelan di samping ruang periksa. Oke, itu pun kulakukan.

Akhirnya, sampai lah jatahku. Namaku dipanggil. Aku dan suamiku masuk, dengan agak lumayan grogi tentunya, yg bagiku adalah hal biasa karena aku hampir selalu grogi menghadapi pengalaman pertama :D. Sampai di dalam kesan pertamaku : ow, perempuan semua, dokternya perempuan, perawatnya perempuan semua. Kesan kedua : brrrrr, duingin euy, AC. Padahal aku ga gitu suka ruangan ber-AC, maklum wong ndeso, lebih seneng semilir angin, heheh.

Di dalam aku sampaikan keluhan-keluhanku, seingatnya aku, karena itu tadi, penyakit grogi di pengalaman pertama :D. Aku lalu diminta tiduran, mau di USG, yang dari luar perut. Katanya rahimku baik-baik saja. Lalu aku cerita tentang mensku yang ga teratur dan hampir selalu sakit. Katanya memang ada sedikit selaput endometrium, tapi katanya lagi, ndak apa apa. Kembali ke kursi. Karena pernikahan kami belum genap setahun jadi belum bisa dianggap infertilitas primer. Aku waktu itu hanya diresepkan Folavit, dan kalau setelah setahun belum juga hamil disuruh kembali lagi.

Aku dan suamiku lalu keluar ruang periksa, ngurus administrasi. Ke obat dulu, lalu ke kasir bayar tagihan, kesanku : wah, lumayan nih kalo sering gini, heheh. Kasir beres, kembali ke obat, ngantri lagi.

Obat di tangan. Keluar ke parkiran. Pulang, dengan hati agak sedikit berharap sedikit jalan terang :)


Episode Dokter Obsgyn ku

Ceritanya pengen nulis pengalaman akhir-akhir ini, tapi bingung gimana mulainya, tangan dah kaku ngrangkai huruf, heheh, maklum dah lama banget gak nulis lagi. Hmm, tapi coba lah.

Seperti normalnya pasangan yang sudah menikah, anak adalah sesuatu yang dinantikan. Begitu pula dengan aku dan suamiku, kami pun menantikannya. Walaupun terkadang timbul secercah rasa takut dan khawatir di sudut hati ini, akan seperti apa rasanya menjadi orang tua, seberapa banyakkah hidupku akan berubah, bisakah aku jadi orang tua yang baik, bisakah mendidik anak dengan baik, dan bisakah bisakah yang lain.

Setiap akhir bulan, selalu harap-harap cemas menanti datangnya satu kepastian, dan setiap bulan itu pula hanya kekecewaan yang terus menerus datang. Akhirnya ketika usia pernikahan kami menginjak sembilan bulan, kami memutuskan untuk mencari bantuan. Dokter obsgyn jadi pilihan kami. Dan dimulailah petualangan dokter obsgynku....

Tuesday, October 9, 2012

7 Pemeriksaan Utama Untuk Cepat Hamil


Pasangan sering kali merasa tidak sabar agar bisa hamil. Pasangan dengan usia istri kurang dari 35 tahun maka pemeriksaan ke dokter kandungan dapat dimulai 12 bulan setelah melakukan hubungan intim secara rutin 2-3 kali per minggu tanpa kontrasepsi. Sangat dibutuhkan ikhtiar dan kesabaran pasangan. Apabila setelah 1 tahun belum hamil juga maka pasangan dikategorikan dalam  infertilitas. Pemeriksaan layak dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan masalah kesuburan baik dari faktor wanita, laki-laki atau keduanya.
Pemeriksaan yang dilakukan dalam kasus infertilitas
  1. Pemeriksaan Riwayat pasien. Dokter akan menanyakan: riwayat pasien, riwayat penyakit, riwayat operasi, riwayat perkawinan, pola hubungan intim, riwayat kehamilan (bila pernah), siklus haid, dan sebagainya.
  2. Pemeriksaan Fisik . Dokter melakukan pemeriksaan fisik secara umum (tekanan darah, berat badan, tinggi badan) dan pemeriksaan fisik ginekologis (kandungan).Dokter akan menilai organ genitalia eksterna (bagian luar) seperti vulva, vagina dan mulut rahim, dan pada saat bersamaan akan dilakukan pemeriksaan organ genitalia interna (bagian dalam) menilai kondisi rahim, indung telur dan mencari adanya tumor kandungan.
  3. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Dilakukan untuk melihat anatomi rahim, indung telur, saluran telur dan adanya massa (tumor) kandungan seperti kista, mioma, polip dan sebagainya. Pemeriksaan USG idealnya dilakukan menggunakan alat yang dimasukkan ke dalam vagina (transvaginal) atau jika tidak ada dapat menggunakan USG transabdominal (melalui dinding perut yang membutuhkan kondisi kandung kemih penuh guna memudahkan pemeriksaan).
  4. Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG). Tindakan ini dilakukan di bagian radiologi, berfungsi untuk menilai rongga rahim dan saluran telur (tuba falopii).Pemeriksaan dilakukan pada hari ke 9-11 siklus menstruasi. Pasien sebaiknya tidak melakukan hubungan intim paling sedikit 2 hari sebelum tindakan.
  5. Pemeriksaan Histerosonografi (SIS). Pemeriksaan ini merupakan alternatif bagi pemeriksaan HSG apabila terdapat reaksi alergi zat kontras, tidak adanya peralatan rontgen atau pada pasien dengan riwayat hamil dan melahirkan sebelumnya (infertilitas sekunder). Tindakan SIS mirip dengan Hidrotubasi.
  6. Pemeriksaan Laboratorium, dalam kasus infertilitas penting dilakukan pemeriksaan hormon reproduksi yaitu hormon FSH, LH, Estradiol, dan Prolaktin pada hari ke 2-3 siklus haid dan hormon progesteron pada hari ke-21 siklus menstruasi. Bila terdapat riwayat keguguran berulang maka perlu pemeriksaan mendeteksi adanya Sindroma Antifosfolipid (APS) dengan memeriksa Antibodi Anticardiolipin (ACA) dan Lupus Antikoagulan. Jika dicurigai kelainan Sindroma ovarium polikistik (PCOs) maka akan ditambahkan pemeriksaan hormon insulin puasa, glukosa puasa dan pemeriksaan kearah hiperandrogen.
  7. Pemeriksaan Analisis Sperma. Pemeriksaan dilakukan suami setelah menghindari sanggama selama 3-4 hari. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan di laboratorium dengan masturbasi. Pemeriksaan dengan melakukan sanggama boleh dilakukan jika dijumpai kesulitan untuk masturbasi.

Rumus Menentukan Masa Subur


Menentukan masa subur salah satunya dapat dilakukan dengan cara menghitungnya berdasarkan siklus haid. Namun penting diketahui jumlah hari/panjang siklus haid. Untuk mengetahui panjang siklus haid paling mencatatat minimal 3 bulan. Bahkan pada wanita dengan siklus haid tidak teratur namun masih dalam kategori siklus haid normal (21-35 hari) perlu mencatat siklus haid selama 6 bulan. Oleh karenanya perlu mulai diajarkan pada setiap anak gadis yang mulai menstruasi untuk biasa mencatat hari pertama siklus haidnya.
Siklus haid dikatakan teratur apabila setiap bulan haid datang pada siklus yang tetap, misal setiap 28 hari. Maka masa subur lebih mudah dihitung dan ditentukan.
Cara menghitung masa subur pada siklus teratur /tetap adalah :
“Kurangi 14 hari dari hari pertama haid berikutnya. kisarannya dengan tambah dan kurangi 2 hari.“
Contoh : pada wanita dengan siklus 28 hari maka masa subur berada pada haid hari ke-14 dengan kisaran hari ke 12-16. Pada siklus 24 hari, masa subur berada pada hari ke-10 dengan kisaran hari ke 8-12.
Berapapun siklus haid Anda jika jatuh pada jumlah hari yang sama maka pengurangnya sama yaitu 14. (merupakan masa fase sekresi yang selalu tetap 14 hari)
hitung masa subur Cara menghitung masa subur berdasarkan siklus haid/ sistem kalender
Siklus haid tidak teratur
Pada wanita dengan siklus haid tidak teratur akan lebih sulit mengetahui masa subur secara pasti, karena rentangnya akan semakin panjang.
Cara menghitung masa subur pada siklus tidak teratur:
“ Hari pertama masa subur = jumlah siklus haid terpendek kurangi 18
Hari terakhir masa subur = jumlah siklus haid terpanjang kurangi 11”
Contoh siklus:  haid terpendek 26 hari dan terpanjang 38 hari maka rentang masa subur berada pada hari ke 8-27.
Tampak bahwa pada masa subur pada siklus teratur memiliki rentang waktu yang lebih pendek, sehingga akan lebih mudah mendapatkan waktu ovulasi secara tepat.

Ovulasi


Ovulasi adalah lepasnya sel telur dari ovarium. Rentang waktu (1-2 hari) disekitar ovulasi adalah masa subur. Berhubungan intim diluar masa subur tidak mungkin menghasilkan kehamilan. Ovulasi selalu terjadi pada 14 hari SEBELUM berikutnya. Untuk mengetahui kapan pastinya ovulasi dibutuhkan siklus haid yang jelas. Siklus haid adalah rentang waktu/jumlah hari dari hari pertama haid ke hari pertama haid berikutnya. Siklus haid bisa bervariasi pada wanita bahkan dari bulan ke bulan. Pada siklus haid yang tidak beraturan ada rumus yang dapat digunakan. Teknik menggunakan perhitungan kalender.
Ovulasi sering terjadi sekitar 14 haridari siklus haid, meskipun waktu yang tepat dapat bervariasi pada wanita atau bahkan dari bulan ke bulan.
Gejala dan tanda ovulasi
Gejala dan tanda ovulasi kadang tidak jelas. Tepat sebelum ovulasi Anda akan mendapatkan lendir serviks yang lebih banyak, jernih, encer dan mudah diregang. Lendir mirip dengan zat putih telur. Segera setelah  ovulasi lendir servik segera mengental, keruh dan lengket.
Suhu basal badan (SBB) Anda akan sedikit meningkat saat ovulasi. Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur suhu tubuh pagi hari sebelum melakukan kegiatan apapun dan tidak dilakukan dalam keadaan sakit.  Pengukuran dilakukan sejak awal haid hingga haid berikutnya. Anda dapat menggunakan termometer air raksa atau yang digital. Pengukuran dilakukan di bawah lidah. Sediakan grafik yang dapat di plot pola suhu yang diukur.
Pada beberapa wanita, ovulasi dapat menimbulkan rasa nyeri ringan/kram pada perut bawah. Penyebabnya adalah perdarahan yang timbul dari folikel telur yang pecah saat mengeluarkan sel telur. Pada keadaan ekstrim perdarahan dapat sangat banyak yang membutuhkan operasi darurat.
Selain itu saat ini tersedia kit yang dapat mendeteksi adanya ovulasi (Ovutest) menggunakan air seni. Kit tersebut mirip dengan kit untuk mendeteksi kehamilan hanya berbeda jenis hormon yang dideteksi. Ovutest mendeteksi adanya peningkatan hormon LH (Leutinizing Hormone).

Penyebab Infertilitas Pada Wanita


Agar kehamilan terjadi, setiap bagian proses reproduksi manusia yang kompleks – dari pelepasan indung telur dari telur yang matang menuju fertilisasi (pembuahan) hingga terjadinya implantasi (menempel pada dinding rahim) harus terjadi dengan benar. Pada wanita, sejumlah faktor bisa mengganggu proses ini pada setiap tahap. Infertilitas wanita disebabkan oleh salah satu atau lebih dari faktor-faktor ini.
Gangguan ovulasi 
Gangguan ovulasi menjadi penyebab infertilias dalam 25 persen pasangan. Ini bisa disebabkan oleh kerusakan dalam regulasi hormon reproduktif oleh kelenjar hipotalamus dan hipofisis , atau karena masalah dalam indung telur sendiri. Anda mengalami gangguan ovulasi jika anda berovulasi tidak sering atau tidak sama sekali.

  • Sekresi abnormal FSH dan LH. Kedua hormon tersebut bertanggung jawab untuk merangsang ovulasi setiap bulan — hormon yang merangsang folikel (FSH) dan hormon LH (memecahkan telur dan menebalkan endometrium)— diproduksi oleh kelenjar hipofisis dalam pola spesifik selama siklus menstruasi. Tekanan fisik atau emosi yang berlebihan, berat badan yang amat tinggi atau amat rendah, atau penambahan atau kehilangan berat badan yang banyak – contohnya, 10 persen dari berat badan anda – bisa mengganggu pola ini dan mempengaruhi ovulasi. Tanda utama masalah ini adalah periode yang tidak teratur atau tidak terjadinya menstruasi. Yang lebih jarang, penyakit hipofisis spesifik, biasanya disertai dengan defisiensi hormon tiroid, hormon pertumbuhan atau adanya produksi prolaktin berlebih, mungkin menjadi penyebabnya.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS). Dalam PCOS, perubahan kompleks terjadi dalam hipotalamus, hipofisis dan indung telur, berakibat overproduksi hormon pria (androgen), yang mempengaruhi ovulasi. PCOS bisa juga disertai dengan resistensi insulin dan obesitas.
  • Gangguan fase luteal. Gangguan fase luteal terjadi ketika indung telur anda tidak cukup memproduksi cukup hormon progesteron setelah ovulasi. Progesteron adalah vital dalam mempersiapkan lapisan endometrium sebagai “bantalan”telur yang dibuahi.
  • Kegagalan ovarium prematur. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh respon autoimun, di mana tubuh anda secara salah menyerang jaringan ovarium. Ini berakibat hilangnya telur dalam indung telur, dan juga dalam produksi estrogen yang berkurang.
Kerusakan tuba fallopi (infertilitas tuba)
Ketika tuba fallopi menjadi rusak atau tersumbat, mereka mencegah sperma dari mencapai telur atau menutup bagian telur yang dibuahi ke dalam rahim. Penyebab kerusakan atau penyumbatan tuba fallopi bisa termasuk:

  • Peradangan tuba fallopi (salpingitis) disebabkan oleh infeksi klamidia atau gonorea
  • Kehamilan ektopik sebelumnya, di mana telur yang dibuahi menjadi ditanamkan dan mulai berkembang dalam tuba fallopi daripada dalam rahim (uterus)
  • Pembedahan sebelumnya dalam perut (abdomen) atau panggul
Endometriosis
Endometriosis terjadi ketika jaringan yang umumnya berkembang dalam rahim (endometrium) tertanam dan berkembang dalam lokasi lain. Perkembangan jaringan ekstra – dan pembedahan untuk menghilangkannya – bisa menyebabkan jaringan parut yang mengganggu fertilitas. Lesi endometriosis mungkin juga menghasilkan zat-zat yang mengganggu pembuahan.

Penyempitan atau penyumbatan serviks 
Juga disebut stenosis serviks, ini bisa disebabkan oleh cacat bawaan atau kerusakan terhadap serviks. Hasilnya adalah bahwa serviks tidak bisa menghasilkan jenis lendir terbaik untuk mobilitas dan fertilisasi sperma. Selain itu, lubang serviks mungkin, mencegah sperma mencapai telur.

Masalah rahim
Polip atau tumor jinak (fibroid atau mioma) dalam rahim, umumnya pada wanita berumur 30-an, bisa merusak fertilitas dengan menyumbat tuba fallopi atau dengan mengganggu implantasi. Tapi, banyak wanita yang memiliki fibroid bisa menjadi hamil. Jaringan parut dalam rahim bisa juga mengganggu implantasi, dan beberapa wanita lahir dengan abnormalitas rahim, seperti rahim bicornuate (berbentuk hati) bisa menghambat terjadinya kehamilan.

Infertilitas yang tidak dijelaskan 
Dalam beberapa kasus, penyebab infertilitas tidak pernah ditemukan. Ini mungkin bahwa kombinasi faktor kecil dalam kedua pasangan berkenaan dengan masalah fertilitas yang tidak dijelaskan. Berita baik ini adalah bahwa pasangan dengan infertilitas yang tidak dijelaskan memiliki tingkat kehamilan spontan tertinggi dari semua pasangan tidak subur.