Tuesday, October 9, 2012

HSG (Histerosalpinografi)


Memiliki momongan merupakan dambaan setiap pasangan yang sudah menikah. Namun, ketika yang diharapkan tak kunjung hadir setelah bertahun-tahun menunggu, rasa cemas dan khawatir mau tak mau akan datang menghantui. Pertanyaan-pertanyaan kenapa, ada apa, akan membayangi benak.

Salah satu jalan yang disarankan oleh dokter ketika ada pasangan yang sudah lebih dari satu tahun tak juga mendapatkan momongan adalah dengan tes HSG.

Apakah itu HSG atau Histerosalpinografi?

HSG adalah pemeriksaan untuk deteksi kelainan rahim dan saluran telur. HSG adalah pemeriksaan yang digunakan untuk memeriksa rahim dan saluran telur (tuba fallopi). Pemeriksaan menggunakan sinar X (rontgen). HSG memeriksa adanya kelainan ukuran atau bentuk rahim yang dapat menyebabkan infertilitas dan masalah pada kehamilan. Juga dapat menunjukkan apakah ada penyumbatan pada saluran telur. Terkadang juga digunakan dalam beberapa bulan setelah prosedur sterilisasi untuk memastikan bahwa saluran tuba telah benar-benar terpisah. Pada kasus infertilitas pemeriksaan HSG merupakan pemeriksaan minimal yang dilakukan pada istri yang memiliki siklus haid normal.
HSG dilakukan di rumah sakit, klinik, atau layanan kesehatan yang memiliki fasilitas radiologi. Pemeriksaan dilakukan pada hari ke 9-12 siklus haid karena waktu tersebut menghindari telah terjadi kehamilan.
HSG tidak dilakukan pada seorang wanita jika :
  • Mengalami infeksi panggul
  • Peradarahan hebat dari vagina
  • Hamil
Dokter mungkin akan memberikan obat anti nyeri satu jam sebelum prosedur atau pada beberapa kasus mungkin memberikan antibiotik sebelum HSG. Setelah tindakan pasien dapat langsung pulang dan beraktifitas seperti biasa. Pada beberapa keadaan dimana rasa nyeri yang kuat dirasakan sebaiknya menjalani istirahat.
Prosedur
Pasien berbaring pada meja tindakan. Dokter akan melakukan serangkaian tindakan untuk memasukkan cairan ke dalam rongga rahim melalui serviks menggunakan alat sejenis hidrotubator atau menggunakan kateter kecil. Kemudian dimasukkan cairan kontras melalui kanul/kateter sambil dilakukan pengabilan beberapa gambar rontgen. Pasien mungkin akan diminta melakukan perubahan posisi. Cairan akan masuk ke dalam rahim dan saluran telur hingga tumpak ke rongga perut. Setelah didapatkan foto rontgen alat dilepaskan
 Histerosalpingografi (HSG): pemeriksaan untuk deteksi kelainan rahim dan saluran telur
Setelah HSG terkadang akan keluar cairan dari rahim melalui vagina. Bisa disertai dengan keluarnya darah yang akan hilang dalam beberapa waktu. Selain itu mungkin ditemukan rasa pusing, kram dan sakit perut bahkan pingsan.
HSG selain digunakan sebagai alat diagnosis bisa juga sebagai terapi dimana jika ada perlengketan atau sumbatan ringan pada rahim atau saluran telur dengan cairan yang dimasukkan perlengketan atau sumbatan bisa terbuka.

No comments:

Post a Comment